Archive | September, 2013

justtowrite

29 Sep

Wanita itu seperti babydoll. Boneka yang lucu, mudah diatur, menarik, dan cantik. Tapi boneka yang mudah diangkat dan mudah juga dibanting. Diberikan harapan jika boneka itu akan selalu disayang selamanya, dijaga selalu, dan dijadikan teman untuk bermain. Iya bermain. Layaknya permainan yang jika bosan ditinggalkan. Layaknya permainan yang ada menang dan kalahnya. Layaknya permainan jika ada yg lebih baru yang lama dilupakan. Namanya juga permainan gakan bertahan lama.

Sebenernya wanita itu bukan boneka. Wanita itu manusia. Manusia yang memiliki hati, memiliki perasaan, dan memiliki jiwa. Wanita bukan boneka. Lalu kenapa banyak yang mengganggap dan menjadikan wanita itu boneka. Jahat! Iya jahat! Tidak menghargai wanita.

Wanita memang kuat. Sekuat baja. Tapi namanya juga baja, bisa kalah sama yang namanya panas (api). Wanita memang tidak kalah dengan panas (api), tapi wanita kalah dengan perasaannya sendiri.

Banyak wanita diluar sana yang terlalu mengandalkan perasaannya untuk berfikir, mengandalkan hatinya untuk memilih, dan mengutamakan janji-janji yang diucapkan untuk meluluhkan jiwanya. Ketika wanita itu memilih, sebenernya wanita itu sudah memikirkan banyak hal, banyak pertimbangan, dan juga alasan. Tapi yang salah adalah perasaan itu melawan logika. Logika yang tidak ada abisnya memutar-mutar fakta, “jika-kalau, jika-kalau dan jika-kalau”.

Lelah. Perasaan itu lelah sebenernya. Logika itu sangat berlawanan dengan perasaan, sedangkan perasaan gampang membaur dengan logika. Dengan maksud, selalu wanita yang tersakiti dan sakit itu menjadi luka yang berkepanjangan. 

Keep Strong Ladies!!! You’re amazing with your strength 🙂

Quote

rika -19 tahun 11 bulan :)

29 Sep

Seseorang yang paling bisa membuatmu tersenyum, tertawa lepas, dan bahagia adalah orang yang juga paling bisa membuatmu bersedih, menangis, dan bahkan sakit 🙂

fokus………..

26 Sep

tahun ini, tahun nya….

tahun yang ditunggu untuk seluruh mahasiswa yang berkuliah

tahun kesibukan, tahunnya kelimpungan, tahun akhirnya

waktu itu merangkak, tapi bisa mengalahkan manusia yang berlari

sungguh cepat, secepat hembusan angin

 

“jadi seperti ini mahasiswa akhir”

“oh ini derita yg mereka rasakan selama setahun terakhir”

“kampus dan perpus itu udah jadi rumah kedua dan ketiga toh”

 

ampir setiap hari keluhan itu muncul

muncul dibenak, muncul dikomunitas, muncul disosmed

berputar disekitar kita, ya mahasiswa tingkat akhir

 

“GAK ASIK SEMUANYA!!!!!”

 

terkadang terasa sedikit lebih sensitif

terkadang mudah unmood

terkadang terlihat sedikit kurang istirahat

terkadang ingin teriak sekencang-kencangnya

terkadang mau terbang aja….. 

 

mungkin masa ini akan lebih mudah dijalani jika kita mengikuti alurnya

tidak mengeluhkan apapun yang akan terjadi disana

membiarkan diri untuk belajar menuju kedewasaannya

membuat seolah-olah kita memang sudah dewasa

 

karena mau atau tidak kita diharuskan untuk dewasa

entah dewasa dalam pemikiran, tingkah laku, atau apapun itu

jadi hadapin itu semua. fokus!

19 Sep

harusnya memang dari awal memutuskan untuk tidak sama sekali jika tidak bisa fokus. harusnya keputusan itu dari awal, bukan sekarang disaat semuanya berjalan sedemikian rupa. penyesalan selalu datang di belakang, penyesalan itu bukan pendaftaran yang ada diawal. yang dibisa sekarang hanya menjalaninya dan bertanggung jawab.

“kita udah sama-sama dewasa, tau mana yang baik dan mana yang buruk”

ini baru disebut kehidupan, kehidupan yang tidak selalu indah dan manis, didalam kehidupan selalu ada rintangan dan cobaan yang penuh dengan hikmahnya.

sebagai orang dewasa rintangan dan cobaan itu hal biasa yang pasti bisa diselesaikan sendiri atau ya butuh teman untuk membantu sedikitnya–sedikitnya!

tetapi layaknya orang dewasa, apa yang dilakukan penuh resiko dan konsekuensi nya sendiri dan harus bisa dipertanggungjawabkan sendiri. bukan menghindar seperti anak kecil.

sharing……

11 Sep

ini bukan tentang lebih muda, seumuran ataupun lebih tua. ini tentang yang bisa menyeimbangkan hidup dan yang bisa berjalan beriringan. yang memberikan kedamaian hati, kenyamanan disisi, dan kasih sayang yang tiada henti. tentang tertawa bersama saling mensupport mendoakan satu sama lain, berbicara lepas tak terbatas tanpa berpikir ini pantas atau tidak pantas. ketika dunia begitu kejam, dia menjadi tempatmu untuk selalu pulang. yang bisa membuatmu sangat sabar dan berusaha mengerti meski sangat sulit. menerimamu apa adanya meski kamu emang seadanya. wajah mungkin tak rupawan tapi kebersamaan dengannya itu sesuatu yang diyakini dan harus diperjuangkan. masa lalunya tidak pelu dipersoalkan karena tau itu yang membentuknya sekarang. kekurangan masing-masing adalah tugas bersama untuk belajar saling menerima dan memperbaiki agar jadi lebih baik. tentang dia yang diikhlaskan untuk seumur hidup untuk menjadi imam ataupun makmumnya. membuatmu bangga menjadi ayah ataupun ibu dari anak-anaknya 🙂

have written from Rizka Yulianti