Archive | October, 2015
28 Oct

Emang sih gaboleh ngomongin orang dibelakangnya, jadi invite aja yg ulangtaun ke grup ya biar ikut diskusi^^ maciii buat Failed Late Sureprice nya ya entog dan soang tersayang. Aku terharu dan makin cinta kalian deh❀😘😍 #latepost – with azmil , evi, Berta, IKHLAS, guruh, and Utami Putri

View on Path

25 Oct

Padahal seharian bareng juga pake acara ngagetin gituh huff. Tapi makasih banyak loh sistah sistaah udah bikin spot jantung malem inih huhu. But i love yaπŸ™ˆπŸ˜˜πŸ˜ – with Farisya, Dwi, and Itsna

View on Path

—masa itu—

19 Oct

aku hanya manusia yang tidak sempurna. yang selalu punya kesalahan, kekhilafan, keburukkan, kekurangan, kemurkaan, keegoisan, kebodohan, kegengsian, dan dosa. aku tahu aku salah, aku tahu aku bodoh, aku tahu, namun itu tidak mudah. tidak semudah dahulu aku lakukan. kini semua terasa begitu berat, begitu bebannya. mungkin benar semakin bertambah usia, beban dan tanggung jawab yang dipikul semakin bertambah. mungkin benar semakin berkembang diri maka semakin banyak beban pikiran. mungkin benar semakin bertambah kesibukkan semakin sulit pula untuk bertemu, bahkan hanya sekedar say hello pun sangat sulit. dan itu memang benar, aku merindukan masa kecil itu. masa yang tidak banyak beban pikiran, bebas melakukan apapun. masa yang tanpa percintaan, masa depan, dan hanya ingin bermain. dimasa itu perkumpulan bocah sering dilakukan, bermain dengan lawan jenis tidak masalah, dan tugas sekolah hanya menjadi satu satunya kewajiban yang harus dikerjakan. kini semua itu hanya sebagai memori. memori yang mengingatkan bahwa kita pernah tertawa bebas tanpa beban, dan kini sudah saatnya beban itu kita emban; mau tidak mau, suka tidak suka, semua sudah depan mata dan berjalan πŸ™‚

Hai My Fav!

1 Oct

HELLO MY FAV πŸ™‚

WELCOME BACK TO MY LIFE, OCTOBER…..

Waktu kenapa jadi cepat begini berjalannya, seakan gada jeda buat berhenti sejenak. Sepertinya baru kemaren kita berjumpa, baru kemaren kita rayakan bersama, baru kemaren kita merasa sedih akan ditinggal, baru kemaren kita merasa kehangatannya. Dan kini, kamu kembali membawa warna yang berbeda dan cerita yang bervariasi adanya. Tapi selalu ku tunggu warna baru mu itu, karena ku tau seluruh warna dan cerita yang dulu mungkin akan berubah dan tidak terulang lagi seiring waktu berlalu. Ku sungguh bahagia dengan warna-warna yang telah kamu goreskan kini. Bahagia itu sangat sederhana, tak perlu mobil mewah, cincin berlian, rumah layak gedung tinggi, pakaian bergeliter. Yang ku tau bahagia itu cukup senyum ceria dengan keikhlasan dan ketulusan hati. Senyum ceria itu hanyalah simbol, simbol ketika kita sudah mendapatkan segalanya. Segala yang kita butuhkan.

Thanks God, for everything you gave to me. Family, best friends, friends, and all my life. I feel so lucky to have themβ™₯
all my day until 21yo

And this pict is a proof that i was happy to have them. No matter what. Ilovethem πŸ™‚