Archive | December, 2015

❤both of u

23 Dec
mungkin Hari Ibu sudah lewat 10 jam dan Hari Ayah sudah lewat 40 hari. tapi untuk ku setiap waktu adalah Hari Ibu, setiap hari adalah Hari Ayah. cinta Ibu dan Ayah bukan hanya sehari kita dapatkan, tapi berpuluh-puluh tahun kita hidup. kasih sayang Ayah dan Ibu sepanjang masa. bahkan ketika kita sudah dewasa, sudah memiliki anak dan cucu pun kita masih mendapatkan cinta dan kasih sayang yang tulus dari mereka. mungkin bisa dikatakan itulah cinta sejati, cinta tulus apa adanya, cinta tanpa mengharapkan pamrih, cinta yang mengajarkan kita banyak hal, dan cinta yang membuat kita berkembang lebih baik. cinta yang melebihi apapun di dunia ini, bahkan cinta dari seorang lawan jenis sekalipun. tanpa kita beri tahu pun, mereka akan tau segalanya mengenai kita. dari penampilan fisik, karakter, dan sikap kita. perasaan senang, sedih, kecewa, gugup, atau takut pun mereka bisa merasakannya. mereka jauh lebih memahami bahkan dibandingkan diri kita sendiri (re: kebanyakan orang). sulit untuk membalas dan membayar semua pengorbanan, cinta, kasih sayang, dan segala hal yang telah diberikan Ayah dan Ibu secara ‘cuma-cuma’ itu. dengan harga yang ‘cuma-cuma’ itu saja, kita sebagai anak masih membalasnya dengan membangkang, melawan, dan menyakiti perasaan mereka. mungkin hal tersebut terjadi bukan atas kemauan kita, bukan juga disengaja, tapi dengan balasan seperti itu saja mereka masih memberikan cinta dan kasih sayang yang tulus, masih memberikan maaf dengan senyum yang penuh kehangatan, masih memaklumi segala sikap dan perbuatan kita. tapi andai kita tahu, mereka menangis, mereka sedih, mereka kecewa dengan segala tingkah perilaku nakal kita dan yang bisa mereka lakukan hanya mendoakan kita untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. seumur hidup, aku tidak pernah mendengar Ayah dan Ibu menyesal sudah melahirkan dan membesarkan anaknya, senakal apapun itu mereka hanya bisa memarahinya. karena apa? karena cinta dan kasih sayang mereka yang begitu besar kepada anak-anaknya.
Mam, Pap. mungkin Rika memang bukan anak yang baik, bukan anak yang sempurna, tapi Rika terus berusaha untuk menjadi apa yang dikatakan sempurna dari Mama dan Papa. Rika selalu melakukan kesalahan, membuat marah, dan membuat onar, tapi jauh dari itu, Rika sangat mencintai dan menyayangi Mama dan Papa, dan Rika merasa sangat beruntung sudah diberikan orangtua seperti Mama dan Papa. sedewasa apapun Rika, Rika akan selalu menjadi gadis cilik yang butuh dimanja dan disuapi oleh Pap dan Mamnya.
2

❤ U Mam, Pap