Archive | March, 2016
15 Mar

images

Skripsi adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk
mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah berupa paparan
tulisan hasil penelitian sarjana S1 yang membahas suatu
permasalahan/fenomena dalam bidang ilmu tertentu dengan
menggunakan kaidah-kaidah yang berlaku. (Sumber: Wikipedia)

Skripsi bertujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis
suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Mahasiswa
yang mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukan
pengetahuan dan keterampilannya dalam memahami, menganalisis,
menggambarkan, dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan
bidang keilmuan yang diambilnya. (Sumber: Masih Wikipedia)
akhirnya…. aku merasakan hal yang sama dengan para mahasiswa lainnya, para mahasiswa tingkat akhir yang memusingkan, menggalaukan, mengkhawatirkan skripsinya. ternyata skripsi tidak semudah yang ku pikirkan, tidak semudah laporan magang ataupun tugas akhir di D3, dan tidak semudah mondar mandir bertemu dengan pembimbing 😩
untuk memulai membuat 1 paragraf saja membutuhkan waktu seharian, boleh dibanding dengan laporan magang yang dapat diselesaikan dalam waktu 1 bulan dan ku dapat 6 bab sekaligus. ada yang salah dengan skripsi.

skripsweet2

mungkin pernah dengar istilah, “skripsi adalah bagian dari kehidupan mu mendatang”, “skripsi akan memberikan nilai atas ketrampilan mu”. iya, mungkin itu benar. apa yang kita kerjakan akan dipertanggungjawabkan di akhirat eh di sidang. tapi apa di akhirat, isi skripsi kita akan ditanyakan malaikat juga? hmmm kalo iya benar, mungkin itu salah satu alasan para mahasiswa galau ingin menuliskan apa, takut gabisa jawab pas diakhirat kali ya (?)
back to the topic, just intermezzo.
sejujurnya istilah itu aku dapat dari beberapa dosenku, kalo “skripsi itu akan melekat pada hidupmu nanti, jadi pikirkan judul dan tema apa yang ingin kamu angkat dan bahas”. pusing gak? pusing sebenernya, untuk memilih judul dan tema itu sesungguhnya langkah yang sulit, kenapa? karena dengan membuat judul maka kita harus tau isi dan solusinya bagaimana, sedangkan jika kita observasi ke lapangan belum tentu judul yang ingin kita angkat tersebut ada dan patut diangkat disana. alangkah indahnya, jika kita melakukan observasi terlebih dahulu dan melakukan berbagai pendekatan maka kita akan tau tema dan judul apa yang akan kita angkat, bukan judul dan tema. itu hal yang berbeda.

images

sesungguhnya kini aku pun sedang menggalaukan skripsi ku, memikirkan kata demi kata yang akan aku masukan dalam skripsiku. seringkali aku menyebutnya dengan skripsweet, kenapa? agar terlihat aku sangat menyukainya dan bersemangat mengerjakannya, namun itu hanya ucapan tapi moodku, pikiranku, hatiku belum menyatu dengannya (re: skripsi).
dalam mengerjakan skripsi memang perlu target untuk memotivasi diri sendiri untuk menyelesaikannya. target itu ada, target itu sudah terpampang jelas didepan mataku setiap kali membuka laptop, tapi ada saja yang membuatku tidak fokus dengan nya. dukungan dari orang sekitar selalu mendorongku untuk membuka file skripsi ku, kadang berhasil, namun kadang gagal dan terabaikan oleh ku. setiap hari ada saja yang menanyakan bagaimana skripsinya? udah sampai mana? bab berapa sekarang? lancar nih skripsinya? yampuuun rasanya itu pertanyaan yang sulit untuk ku jawab kini, iya kini, mungkin tidak untuk nanti.
aku yakin dengan basmallah, niat, fokus, keinginan, kemauan, semangat, dan target ku maka skripsi akan berlalu dan selesai sesuai dengan kemampuanku. yang ku butuhkan kini adalah melawan bad-mood ku yang terus menghantui ku, melawan rasa takutku dalam mengerjakan skripsi, melawan khawatirku akan waktu yang terus berjalan, dan mungkin segelintir semangat, dukungan, dan keberadaan orang-orang tersayang yang dapat ku jadikan semangat dalam tulisan skripsiku. begitupula dengan seluruh mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir lainnya.
mungkin kini, skripsi ku masih dalam bayang2 layar laptop, tapi aku jamin dan insyallah dalam waktu 6 bulan kedepan skripsi itu sudah nyata dan menjadi skripsweet yang membuatku bangga akan kemampuan ku, membuatku mendapatkan gelar sarjana itu. tulisan ini adalah janji. janji harus ditepati. janji ini akan menjadi targetku.

skripsweet3

ingat satu hal, Tuhan akan selalu bersama Mahasiswa Tingkat Akhir! jangan ragu untuk berdoa, berserah, bertawakal, dan mengadu padaNya, serta meminta kemudahan dalam penyusunan skripsweet mu. SEMANGAT PEJUANG SARJANA!

9 Mar
11



sukses kedepannya yaaa,
sampai ketemu nanti.
iya "nanti",
entah itu kapan :')
4 Mar

Ta’aruf dan Pacaran adalah salah dua dari proses hubungan manusia yang memiliki tujuan untuk mencapai garis akhir atau awal dari kehidupan yang sebenarnya, yaitu Menikah. namun, tidak jarang dari dua proses itu akan berakhir dengan gagal atau berpisah. namun, tidak jarang pula pada pernikahan lah terjadi kegagalan atau perpisahan.

Pada jaman sekarang, banyak faktor yang dapat menyebabkan suatu hubungan berakhir dengan sia-sia, misalnya seperti adanya orang ketiga, terjadi salah paham, kepercayaan yang buruk, komunikasi yang kurang baik, hingga tidak direstui oleh orang tua pun dapat menjadi salah satu faktornya.

Hubungan yang sudah 5 atau bahkan 8 tahun terjalin saja bisa kandas tiba-tiba ditengah jalan, padahal mungkin garis akhir itu sudah dalam rencana didepan mata. tapi faktor-faktor itu membutakan segalanya dan semua menjadi sia-sia. tapi tidak jarang pula hubungan yang bertahun lamanya terjalin berakhir dengan bahagia diatas pelaminan. Jadi lamanya suatu hubungan tidak dapat menjamin, apakah hubungan itu akan berlanjut pada jenjang yang lebih serius dan membuka kehidupan baru atau hanya menjadi suatu pelajaran untuk lebih memahami karakter manusia.

Namun, tidak jarang pula pasangan yang baru saja membina hubungan 3-6 bulan sudah dapat memantapkan hati untuk mengakhiri pencarian mereka. mungkin ini yang dinamakan jodoh. dalam hitungan bulan saja dapat menerima kelebihan dan kekurangan masing2, yang dapat meyakinkan perasaan, lahir, dan bathin seseorang untuk hidup bersama pasangannya.

Jadi, mau lama atau cepatnya suatu hubungan tidak menjamin semua berakhir dengan bahagia. semua pasangan pasti menginginkan akhir yang bahagia itu, tapi dalam proses itulah kita bisa belajar banyak tentang kehidupan, sebelum semuanya berakhir pada jenjang Pernikahan dan lebih sia-sia jika itu terjadi.

Jodoh memang ditangan Tuhan, tidak ada satu orang pun yang tahu siapa jodohnya, dimana jodohnya, bisa saja sahabat dekatnya, teman sekomplek perumahan, musuh bebuyutan, bahkan orang tak dikenal atau baru dikenal pun bisa menjadi jodoh. jadi mungkin untuk semua yang sudah memiliki pasangan, coba untuk tetap menjalin hubungan yang baik dengan pasangannya, tetaplah pada kepercayaannya dan saling percaya, saling menjaga dan menghormati satu sama lain, untuk kedepannya mungkin tidak ada yang tahu apakah pasangan mu lah yang akan menikah denganmu atau bukan, tapi berusaha bukanlah salah satu kesalahan untuk mencari jodoh bukan? 🙂

Image 2 Mar

Karna kata Halo, dapat memulai segalanya 🙂

rQOIeVPRF_