Archive | August, 2016
11 Aug

Setiap manusia di dunia memiliki rejeki dan jodohnya masing-masing. Tidak ada ceritanya, rejeki dan jodoh tertukar oleh teman ato orang lain. Sudah ada jalannya, sudah ada suratannya, dan sudah ada garis takdirnya…. Mungkin ini memang rejeki untuk mereka, bukan rejeki untuk ku. Mungkin rejeki ku nanti lebih besar berkahnya, mungkin rejeki ku akan sampai ketika aku sudah siap menjabat erat besarnya rejeki ku, mungkin menurut-Nya kini aku belum pantas mendapatkan rejeki yang sudah ditakdirkan untuk ku itu, mungkin menurut-Nya aku diharuskan bekerja lebih keras lagi dibanding teman-temanku karena Dia tau seberapa besar kemampuan yang ku miliki. Seharusnya aku tidak berkecil hati ketika rejeki ku tidak sampai bersamaan dengan rejeki teman-temanku, ya seharusnya. Tapi namanya juga manusia, manusia yang sedang dalam kekalutannya, manusia yang sedang dalam berbagai tekanannya, manusia selalu punya khilaf. Mengeluh itu sifat yang pesimis. Menyerah itu tidak pantas. Menangis itu memalukan. Tapi kenapa dengan tiga kata itu semua terasa campur aduk? Menyedihkan memang. Ketika kamu harus melawan tiga kata itu sembari pasrah dengan keadaan, entah pasrah kearah positif ataupun pasrah yang negatif. Lebih memalukan ketika kamu harus memiliki dua muka dalam sekali waktu. Bahagia untuk kesenangan rejeki teman dan Sedih untuk kegagalan yang tengah dialami. Tapi kegagalan itu awal dari keberhasilan bukan? Apakah ada keberhasilan yang tertunda untuk rejeki ku yang belum sampai kini? Hmm entahlah. Sukses untuk kita semua 🙂