Archive | March, 2018
27 Mar
matahari sedang tidak menyinari
sejuknya bumi seperti mimpi
mendung menutupi kelamnya rasa
hujan yang mengikiskan kisahnya
tak lama petang pun menghampiri
dibalik gambar gunung dan padi
indahnya senja meluapkan ceritanya
seakan bulan menitipkan kasihnya
dinginnya malam yang menyelimuti
tidak mengalahkan bintang bimasakti
cahayanya mampu menerangi semesta
mengungkap seberapa besar pesonanya
meriahnya seperti warna kembang api
sepi namun tidak menggelapkan hati
19 Mar
hanya sebuah rangkaian kata
tertata dalam bait sejiwa
tidak perlu dipikirkan
hanya ingin menyampaikan
kisah mengenai dunia dan semesta
coretan yang membentuk kata cinta
sejauh kalimat yang aku torehkan
sedalam itu pula yang terfikirkan
indah atau buruk, terserah padamu
tergantung pada sisi cermin milikmu
diberikan kebebasan untuk memilih
tanpa paksaan dan pilih kasih
15 Mar
tanganku tidak akan pernah berhenti
menuliskan apapun yg menarik hati
bibirku takkan pernah lelah
mengucapkan hal-hal indah
mataku akan terus menatap
hingga tepat dan mantap
alat indraku akan terus beroperasi
sampai aku menemukan jalan kembali
seperti rumah, pelukkan, hingga kecupan
sebuah keyakinan yang membuatku nyaman
mengenai senja, hujan, dan dunia
percaya bahwa indah ada waktunya
13 Mar
Semua memang memiliki cerita awal sendiri
Kisah yang berbeda tapi tetap diyakini
Entah awal yang baik
Ataupun awal yang buruk
Begitu pula dengan kisah ku
Yang memulainya dari tidak tahu
Namun telahku coba kini
Dan akhirnya aku pahami
Jika waktu akan terus berjalan
Ketika kamu ada dan tidak sekalipun
Tapi beruntungnya aku telah mengenalmu
Yang menemani menuliskan cerita-ceritaku
12 Mar
jadi ceritanya, dulu. Friendster, Facebook, Twitter, Path, Snapchat, dan sosmed lama lainnya hits ya. sekarang semua sudah tergantikan dengan sosmed baru yang lebih hits. begitu ya, yang lama akan tergantikan, yang tidak ada inovasi akan terlupakan, dan yang tua akan tenggelam. sama kayak hidup. semakin tua akan semakin merunduk kayak padi. semakin berumur akan semakin banyak dirundung pertanyaan. mau nyembunyiin umur? oh tidak bisa! jiwa memang muda, tampang memang kecil, tapi…….tetep gabisa menutupi segala pertanyaan2 itu. boongin orang lain bisa, tapi boongin diri sendiri gabisa. sekarang memang jamannya, tahun ini memang waktunya. intensitas bertemu keluarga besar mungkin sedikit dikurangi, jika tidak mau ditanya segerombol pertanyaan, atau bahkan tawaran-tawaran yang kadang gak masuk akal. “kok bisa sih, ini bukan jaman siti nurbaya loh”. beruntungnya aku memiliki orangtua yang memberikan kebebasan memilih. beruntungnya memiliki keluarga yang memang sangat peduli denganku, tapi percayalah om, tante, aku belum membutuhkan itu. cukup doakan saja agar aku tidak salah menentukan nantinya. 2018 masih 9 bulan lagi kan? judul tesis aja belum dapet, jadi doakan saja lancarnya hari ku. terima kasih 🙂